Dokumentasi Proyek Stabilisasi Lereng di Kawasan Industri di Karawang

Dokumentasi Proyek Stabilisasi Lereng di Kawasan Industri di Karawang

Berikut ini adalah dokumentasi salah satu satu proyek yang pernah kami kerjakan.

Dimana sebelumnya dinding penahan tanah (DPT) yang terbuat dari pasangan batu kali (batu belah) telah dikerjakan dan selesai dengan sempurna. Dimana tebal DPT tersebut kurang lebih satu meter, sedangkan tingginya kurang lebih empat meter.

Dan kemudian dilakukan pengurugan “back fill” di sisi DPT tersebut.
Pada saat itu sedang musim penghujan, sehingga “back fill” dilakukan dalam keadaan hujan.

Beberapa hari setelah “back fill” dilakukan, pada suatu malam terdengar suara keras, dan diketahui bahwa pasangan batu belah yang telah dipasang hancur roboh terdorong tekanan tanah yang telah jenuh air.

Kami dari perusahaan geosynthetics diundang untuk mencari tahu penyebab dan memberikan solusi yang bertahan jangka panjang. Karena lahan tersebut akan dipakai sebagai gudang tempat penyimpanan alat-alat dan mesin-mesin yang berat.

Setelah melihat keadaan dan mendapatkan data / keterangan dari lokasi kejadian.

Kami melakukan penghitungan dan menganalisa berdasarkan pengalaman kami.

Kemudian kami menyarankan untuk dilakukan stabilitas lereng “slope stabilization” dengan menggunakan material Woven Geotextile yang dibentuk bantalan memanjang, dan dipasang/ditumpuk lapis demi lapis “layer by layer”.

Berikut Dokumentasi yang dapat kami informasikan :

WOVEN GEOTEXTILE 13

Read More

Instalasi Woven Geotextile “Slope Stabilization” Di Riau

Instalasi Woven Geotextile “Slope Stabilization” Di Riau

Bermula dari undangan perusahaan kontraktor, dimana kami diminta untuk berperan serta dalam upaya menstabilkan lereng yang cukup curam di Riau, yang dikhawatirkan bila tidak ditangani sejak awal akan menimbulkan kelongsoran yang dapat memakan korban jiwa ataupun membuat kerugian materi nantinya.

Segera kami tindak lanjuti undangan tersebut dengan mengutus tim engineering kami untuk bertemu dengan pihak kontraktor dan melihat kondisi riil lapangan dan untuk mengambil data-data yang diperlukan untuk proses perhitungan/desain/rekayasa.

Adapun data yang kami temukan antara lain :

  • Ketinggian lereng rata-rata 6 m.
  • Jenis tanah lempung yang berpasir.
  • Curah hujan rata-rata yang tinggi.
  • Peruntukan lahan dimana rencana pada waktu itu, pada sisi lereng akan digunakan sebagai lahan parkir.

Berbekal data dan keterangan yang kami dapatkan dari pihak kontraktor, dan telah melihat kondisi lapangan.

Segera kami melakukan desain dan perhitungan, berdasarkan pengalaman dan dengan menggunakan software canggih yang kami miliki.

Setelah kami mendapatkan hasil dan kesimpulan dari hasil perhitungan, segera kami menginformasikan desain slope stability tersebut ke pihak kontraktor, berupa proposal (material yang kami rekomendasikan dan teknik pelaksanaan pemasangan) dan sekaligus dengan penawaran harga nya.

Singkat cerita, hasilnya kami terpilih untuk melaksanakan pekerjaan tersebut.

Berikut dokumentasi yang dapat kami sampaikan :

KONDISI AWAL

KONDISI AWAL LERENG

Saran Desain

GAMBAR DESAIN STABILISASI LERENG YANG KAMI USULKAN

 

Untuk pemasangan material dilakukan sendiri oleh pihak kontraktor.
Berikut dokumentasinya :

METODE STABILISASI LERENG MENGGUNAKAN WOVEN GEOTEXTILE 07

 
 
Secara umum langkah-langkah / metode pelaksanaannya adalah sebagai berikut :

  1. Mempersiapkan lahan, menyingkirkan benda‐benda tajam seperti tunggul pohon, sisa‐sisa akar pohon yang dapat mengakibatkan tertusuknya geotextile. Bila perlu atau dikarenakan keterbatasan lahan, lereng dapat dipotong (cut) terlebih dahulu.
  2. Siapkan bekisting “form-work” dan letakkan disisi luar embankment. Tingginya bekisting tergantung ketebalan pengisian embankment tersebut dan desain yang telah disetujui.
  3. Pemasangan Woven Geotextile yang sesuai dengan desain yang telah disetujui sebelumnya.
  4. Pengurugan/Pengisian bantalan dengan material pilihan.
  5. Pemadatan.
  6. Penutupan urugan / timbunan yang telah dipadatkan dengan Woven Geotextile.
  7. Penjahitan bantalan Woven Geotextile.
  8. Untuk lapis “layer” diatasnya, dapat mengulangi langkah no.2 s/d no.7 sampai layer paling atas selesai (sampai mencapai ketinggian yang direncanakan).
  9. Pengurugan / penutupan bagian atas dari bantalan untuk melindungi Woven Geotextile dari terpaan sinar matahari dan material tajam.
  10. Penutupan “facing” bagian samping lereng, disarankan untuk memproteksi Woven Geotextile dari terpaan sinar matahari dan material tajam, sehingga dapat memperpanjang umur konstruksi.

 

Read More