Atap Hijau Yang Ramah Lingkungan Menggunakan Drainage Cell

Posted by on Dec 23, 2013 in Drainage Cell, Geotextile | 0 comments

Atap Hijau Yang Ramah Lingkungan Menggunakan Drainage Cell

Sehubungan dengan kekhawatiran dunia mengenai Pemanasan Global (Global Warming), sekarang ini Pemerintah sedang menggalakkan pembangunan yang ramah lingkungan yang diharapkan dapat mengurangi pemanasan global.

Hal ini ditegaskan dalam beberapa peraturan yang terkait :

  • Peraturan Menteri PU 30/PRT/M/2006 mengenai Pedoman Teknis Fasilitas dan Aksessibilitas pada Bangunan Gedung dan Lingkungan.
  • Peraturan Menteri PU No. 5/PRT/M/2008 mengenai Ruang Terbuka Hijau (RTH)
  • B/277/Dep.III/LH/01/2009
  • Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 28 tahun 2002 tentang Bangunan Gedung
  • UU RI No. 26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang.
  • Berdasarkan UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup
  • Peraturan Menteri Negara Perumahan Rakyat RI Nomor 32/PERMEN/M/2006 Petunjuk Teknis Kawasan Siap Bangun dan Lingkungan Siap Bangun.
  • Keputusan DNA (Designated National Authority ) dalam B-277/Dep.III/LH/01/2009
  • Keputusan Menteri No. 112 Tahun 2003 tentang Baku Mutu Air Kotor Domestik
  • Permen PU No. 29/PRT/M/2006 tentang Pedoman Persyaratan Teknis Bangunan Gedung
  • Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1405/MENKES/SK/XI/2002
  • UU No. 18 Tahun 2008
  • Peraturan Gubernur No.38 Tahun 2012.

Salah satu cara untuk mengurangi pemanasan global adalah dengan menanam tanaman lebih banyak. Salah satu nya dengan menanam tanaman pada atap bangunan.

Disini kami ingin menginformasikan suatu produk yang bernama Drainage Cell.

drainage cell 02

Contoh Roof Garden

drainage cell

Contoh Pemasangan Drainage Cell

drainage cell 02

drainage cell 02

Ada beberapa cara membuat taman yang hijau di atas atap bangunan, salah satu nya dengan menggunakan Drainage Cell.

Drainage Cell merupakan hasil dari perkembangan teknologi dan inovasi di bidang sub-drainase.

Bisa dibilang Drainage Cell adalah pengganti sub-drainase konfensional yaitu batu-batuan yang diletakkan di atas plat beton.

Sub-drainase ini berguna untuk mempercepat aliran air di dalam tanah, dan mencegah media tanam menjadi jenuh air, karena air yang jenuh dalam waktu yang cukup lama dapat membuat akar tanaman menjadi busuk dan mengakibatkan tanaman tersebut mati.

Beberapa macam tanaman ada yang tidak tahan bila terlalu lama terendam air.

Selain itu air yang jenuh juga menambah beban yang diterima struktur bangunan, ini yang mengkhawatirkan.

Bila sub-drainase konvensional mengunakan batu-batuan dan diberi ijuk diatasnya, maka pada drainage cell sekarang ini dberi geotextile non-woven diatasnya. Fungsi geotextile non-woven sama dengan ijuk yaitu sebagai filter, draiange cell menahan butiran tanah tetapi air tetap dapat mengalir.

Kelebihan Drainage Cell bila dibandingkan dengan batu-batuan :

1. Drainage Cell memiliki lubang/rongga-rongga yang relatif lebih besar daripada batu-batuan yang otomatis dapat lebih cepat dalam mengalirkan air.

2. Drainage Cell memiliki berat yang jauh lebih ringan dibandingkan dengan batu-batuan. Berat drainage cell ± 2,5 s/d 3,0 kg/m2.

3. Drainage Cell sangat mudah dipasang/disambung-sambungkan seperti mainan “Lego”.

Contoh Roof Garden

Contoh Roof Garden

Drainage Cell memiliki dimensi :

Tebal : 3,0 cm

Panjang : 50 cm

Lebar : 50 cm

Selain Drainage Cell, material yang mempunyai fungsi yang sama adalah Drainage Sheet, namun bentuk nya berupa lembaran.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>