Fungsi Geotekstil pada Konstruksi Dinding Penahan Tanah

Apa itu dinding penahan tanah?

Kita sering melihat di tepian sungai, danau atau dinding yang ada di samping-samping jalan tol, Bagaimana tepian dari danau atau sungai tersebut tidak terkikis oleh air Atau bagaimana tol tersebut aman dari longsor. Hal tersebut berkat adanya dinding penahan tanah atau retaining wall system. Dinding penahan tanah adalah konstruksi yang di desain khusus untuk menahan pergerakan tanah akibat dari gaya tekanan lateral tanah ataupun air.

Dinding penahan tanah itu sendiri memiliki fungsi antara lain :

  1. Menahan tekanan lateral tanah, baik itu tekanan tanah pada kondisi diam, tekanan tanah aktif, dan tekanan tanah pasif.
  2. Menahan tekanan lateral air biasanya terjadi pada bendungan, waduk atau dam.
  3. Untuk mencegah terjadinya proses perembesan air secara lateral  karena kondisi elevasi muka air tanah yang cukup tinggi. Dalam hal ini juga berfungsi proses dewatering yaitu dengan memotong aliran air pada tanah.
Pembangunan dinding penahan tanah konstruksinya tergantung dari tujuan yang ingin dicapai serta lokasi medan tempat dinding penahan tanah akan dibangun.Umumnya dinding penahan tanah digunakan untuk menahan tekanan tanah pada kolam tampungan retensi pond,tebing slope, timbunan embankment, konstruksi basement, konstruksi bendungan, konstruksi waduk, penahan transport sedimen pada sungai, dan sebagainya.
Baca Juga : 9 Langkah Pemasangan Geotextile Pada Penghamparan Timbunan
Aplikasi dinding penahan sendiri telah banyak digunakan pada banyak kasus umumnya bertujuan untuk untuk mengubah lanskap suatu tempat. Dinding penahan yang umum dipakai adalah tembok penahan konvensional yang terbuat dari konstruksi yang memakai bahan batu kali, batu bata, beton atau beton bertulang. Namun seiring dengan kemajuan teknologi, maka konstruksi -konstruksi dengan teknologi baru semakin banyak ditemukan  antara lain yaitu konstruksi dinding tanah bertulang yang ditemukan oleh Vidal pada tahun 1969 yang terdiri dari tulangan baja galvanis, tanah pengisi dan penutup permukaan. Pada konstruksi dinding tanah bertulang, tulangan tersebut dapat diganti oleh pemakaian geotekstil. Geotekstil merupakan geosintetik  yang berupa lembaran serat sintesis tenunan dengan tambahan bahan anti ultraviolet. Geotekstil mempunyai kekuatan  tarik yang  cukup besar  untuk menerima beban di atasnya. Geotekstil terbuat dari bahan mentah polymer yang berbentuk serat-serat sintetik. Polymer-polymer yang digunakan dalam produksi geosintetik dapat  terbuat dari material-material polypropylene,polyster, polyethylene, atau polyamide (nylon). Bahan propypropylene dan polyethelene mempunyai sifat  yang lebih ringan dari air, sedangkan polyster mengabsorbsikan paling sedikit  jumlah air. Semua bahan polymer ini mempunyai titik leleh yang tinggi. Mengapa Geosynthetic sekarang sering digunakan sebagai bagian dari pembangunan retaining wall, karena berdasarkan hasil pengamatan Di beberapa daerah tercatat bahwa biaya pembangunan dinding penahan dengan material perkuatan geosintetik dapat menghemat hingga 50% dibandingkan dengan bangunan struktur gravity wall konvensional. Selain geotekstil Tipe material perkuatan yang biasa digunakan lainnya yang bs digunakan adalah geogrid, dan polyester strap.

Artikel Lainnya

Geofoam sebagai Pengganti Tanah Timbunan pada Konstruksi Sipil

Geofoam sebagai Pengganti Tanah Timbunan pada Konstruksi Sipil

Geofoam sebagai Pengganti Tanah Timbunan pada Konstruksi Sipil Info Harga dan Spesifikasi TeknisGEOFOAM1. PendahuluanBanyaknya penelitian tentang penggunaan EPS (Expanded Polystyrene), penggunaan material tersebut sudah semakin berkembang bukan hanya digunakan sebagai...

Apa itu Geotextile dan Fungsinya Secara Umum

Apa itu Geotextile dan Fungsinya Secara Umum

Dalam dunia geoteknik, geotextile adalah salah satu material yang paling banyak digunakan. Dimana letak geografis Indonesia sebagian besar kondisi tanahnya adalah tanah lunak. Material geotextile ini sangat membantu dalam perkuatan tanah dengan biaya yang relatif...