1. Pendahuluan

Proses pengolahan pabrik baik itu pabrik textile maupun pabrik kelapa sawit tentu ada yang namanya sisa pembuangan hasil produksi menjadi limbah, maka dibutuhkan pembuatan kolam limbah untuk menampung limbah tersebut agar tidak mencemari lingkungan dengan mengolah limbah tersebut sebelum akhirnya dibuang ke sungai. Tentunya, konstruksi pada kolam limbah ini haruslah haruslah kedap air agar tidak mencemari lingkungan sekitar. Pembuatan kolam limbah ini bisa dibuat dengan konstruksi beton atau dengan geosintetik. Secara konvensional, pembuatan kolam limbah biasanya menggunakan konstruksi beton, yang mana kekurangan dari konstruksi ini yaitu pekerjaanya yang lama, harus menunggu waktu setting sebelum dapat diisi oleh limbah, harus menyiapkan tanah dasar yang cukup daya dukungnya jika terjadi penurunan yang signifikan akan terjadi keretakan yang berakibat kebocoran.

2. Kelebihan HDPE Geomembrane

Berdasarkan fungsinya, tentunya suatu material mempunyai kelebihan dan kekurangan pada setiap kasus permasalahan yang ada, seperti contoh pembuatan kolam limbah di tanah gambut. Berikut akan dijelaskan kelebihan penggunaan material HDPE geomembrane dengan material beton:

 

HDPE Geomembrane

1. HDPE Geomembrane jauh lebih kedap dari beton, ini dibuktikan dari angka permeabilitiasnya.

Material Permeabilitas (cm/sec)
Geomembrane k < 1 x 10-12
Beton k < 1 x 10-6

 

Dari perbedaan angka permeabilitas, geomembrane jauh lebih kedap 2 kali lipat dari beton, maka dapat disimpulkan bahwa beton lebih mudah ditembus oleh fluida daripada geomembrane.

2. HDPE Geomembrane lebih  fleksibel  dari  beton,  ini  dibuktikan  dari  elongasi  HDPE geomembrane sebesar 700% yang dimana panjang geomembrane 1 m maka material ini akan putus ketika ditarik sampai 7 m. Dengan sifat geomembrane yang fleksibel  ini akan lebih cocok untuk pembuatan kolam limbah diatas tanah gambut mengingat daya dukung tanah yang relatif kecil sehingga tidak perlu khawatir apabila terjadi penurunan karena HDPE geomembrane akan mengikuti penurunan tanah tersebut.

3. HDPE Geomembrane memiliki ketahanan kimia yang baik dari beton sehingga cocok digunakan pada kolam  limbah  baik  berupa  limbah  rumah  tangga,  limbah  industri  yang  ringan sampai  dengan  limbah  berbahaya  B3  (hazardous  waste).  Jika dibanding dengan beton yang dimana beton merupakan material  yang terdiri atas bahan-bahan kimia yang memungkinkan  untuk bereaksi dengan zat-zat kimia di sekitarnya sehingga dapat menurunkan performa dari kekuatan beton.

4. Geomembrane jauh lebih ringan dari beton

Material Berat Jenis (kg/m3) Tebal (mm) Berat (kg/m2)
Geomembrane 950 1,5 1,4
Beton 2400 200 480

Ketebalan mempengaruhi berat material bahwa 1 m2 geomembrane hanya 1,4 kg sedangkan 1 m2 beton mencapai 480 kg. Perbandingan berat ini cukup jauh bahwa beton lebih berat hampir 350 kali lipat dari berat HDPE geomembrane.

Kolam Limbah Pabrik Kelapa Sawit Menggunakan HDPE Geomembrane

3. Penutup

Demikian artikel ini kami buat semoga dapat membantu Anda dalam memilih material Geomembrane  sebagai lapis kedap pada kolam limbah.

Untuk konsultasi mengenai pengadaan dan pemasangan Geomembrane, silakan hubungi kami.

4. Referensi

Hardiyatmo, Hary Christady. (2017), Geosintetik untuk Rekayasa Jalan Raya Perancangan dan Aplikasi. Gajah Mada University Press. Yogyakarta